5 Fintech Yang Bantu Permodalan Petani & Nelayan

5 Fintech Yang Bantu Permodalan Petani & Nelayan

Sektor Pertanian dan Kelautan atau Agraris adalah sektor yang menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam. Sebab, di sektor inilah kekayaan alam Indonesia bisa menjadi komoditi unggulan untuk ekspor. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pihak yang mulai concern dengan sektor pertanian dan kelautan, mengingat di sektor ini banyak petani dan nelayan yang sangat membutuhkan pembiayaan sementara di sisi lain mereka tidak bisa mendapatkan akses ke perbankan. Disinilah kemudian fintech menjalankan perannya. Saat ini, ada 5 fintech yang fokus menyasar segmen di sektor pertanian dan kelautan. Apa saja ? 

1. Dana Laut.
DanaLaut adalah Perusahaan Peer To Peer Lending yang memfokuskan pembiayaannya kepada sektor maritim dan ekosistemnya. Termasuk didalamnya adalah pelaku Budidaya, pedagang kecil dan menengah, dan pengolahan produk hasil laut.
 
Pinjaman di DanaLaut bervariasi tergantung project yang tersedia. Masyarakat bisa berpartisipasi dalam pendanaan (crowdfunding) sesuai pilihan project yang ada. Salah satunya adalah project budidaya rumput laut. 

DanaLaut bertujuan memudahkan akses masyarakat pesisir untuk mendapatkan modal dalam mengembangkan usahanya secara aman dan transparan. DanaLaut juga memberikan edukasi dan pendampingan bagi masyarakat pesisir agar mendapat hasil panen yang terbaik dan memiliki kemampuan dalam pengembalian modal yang teratur bagi para pemberi pinjaman.


2. iGrow
iGrow adalah sebuah platform yang membantu petani lokal, lahan yang belum optimal diberdayakan, dan para investor penanaman untuk menghasilkan produk pertanian organik berkualitas tinggi.

Sampai saat ini hanya dengan pasar Indonesia, iGrow telah berhasil mempekerjakan 2200 lebih petani di 1197 hektar lebih lahan dan memperoleh lebih dari 500 ton panen kacang tanah yang baik dan berkualitas. Tidak hanya itu, iGrow juga telah menjadi sumber pendapatan bagi para petani, pemilik lahan, dan investor penanaman.

iGrow fokus ke produk pertanian, seperti jagung, sayuran, sengon, jabon, hingga tanaman pakan ternak. Dengan nilai investasi yang beragam, iGrow menawarkan imbal hasil 12-18% per tahun. 

 


3. iTernak
iTernak adalah aplikasi beternak online yang memudahkan penggunanya untuk beternak secara online melalui aplikasi mobile dan website, tanpa harus memiliki lahan, keterampilan, dan waktu untuk merawat hewan ternak. iTernak menghubungkan Market Ternak, peternak rakyat/koperasi Ternak, dan investor peternakan.

iTernak menciptakan peluang kerjasama peternak rakyat/koperasi Ternak sebagai perawat ternak dengan masyarakat urban sebagai investor yang ingin beternak. Dengan konsep beternak online iTernak, peternak rakyat/koperasi Ternak akan menjadi lebih produktif, sehingga kesejahteraan peternak rakyat/koperasi Ternak pun akan turut meningkat.
iTernak menawarkan imbal hasil antara 9 sampai 22% dengan masa investasi 6 - 12 bulan. 

 


4. TaniFund
TaniFund adalah layanan pembiayaan Peer to Peer bagi para petani di Indonesia. Dengan bantuan pembiayaan dari para funder, petani di Indonesia dapat mengembangkan pertaniannya. Selain itu, masyarakat Indonesia dapat ikut serta membantu meningkatkan perekonomian dipedesaan.

Setiap program budidaya yang ditawarkan di TaniFund unik dan memiliki profil imbal hasil maupun resiko yang berbeda-beda. Imbal hasil yang diberikan ada yang bulanan dan ada juga yang periodik dengan nilai sekitar 15-25% per annual. 

 


5. Crowde
Crowde adalah platform Peer to Peer lending yang menghubungkan antara petani dan investor, berangkat dari kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia dimana banyak petani Indonesia yang tidak memiliki modal dan lahan untuk bekerja, sehingga hasil yang didapat tidak bisa memenuhi kebutuhannya.
Padahal, sektor pertanian merupakan salah satu bidang yang turut membangun perekonomian Indonesia sejak dulu hingga saat ini, bahkan di masa depan.

Bermitra dengan 300 komunitas petani yang berpengalaman & terpercaya, Crowde menawarkan beberapa kelebihan dibanding platform sejenis. Yaitu, nilai investasi yang mulai dari 10 ribu rupiah membuat siapapun bisa menjadi investor. Selain itu profit yang ditawarkan juga beragam, hingga 10% per periode project berjalan antara 40 hari sampai 180 hari. 

Produk-produk yang ditampilkan bermacam-macam, mulai dari sayur mayur, komoditi pertanian, perikanan, dan perdagangan. 

 


Kelima Fintech diatas secara spesifik menawarkan solusi bagi petani dan nelayan untuk mengembangkan pertanian dan perikanan agar Indonesia bisa makin mandiri dengan kekayaan sumber daya alamnya. 

Subscribe Newsletter

Dapatkan info terbaru mengenai Finansial Teknologi. Kami tidak melakukan spam dan email anda tidak akan diberikan kepada pihak ketiga.

Copyright © 2019 Fintekmedia - All Rights Reserved.