6 Strategi Pengembangan Usaha Kecil Menengah

6 Strategi Pengembangan Usaha Kecil Menengah
6 Strategi Pengembangan Usaha Kecil Menengah

6 Strategi Pengembangan Usaha Kecil Menengah!

By  Niko Ramadhani

 

Pengembangan Usaha Kecil Menengah

Perkembangan usaha kecil menengah di Indonesia baru-baru ini memang mengalami peningkatan yang cukup pesat. Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati mengatakan menurut data yang ia himpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) sekarang tercatat sudah 3,79 juta pelaku UMKM sudah memanfaatkan teknologi digital. Oleh karena itu, peran dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di perekonomian nasional terhitung sudah sangat besar.

Dari data tersebut juga membuktikan bahwa tentu masyarakat Indonesia sudah menyadari bahwa memiliki usaha kecil menengah di era seperti sekarang tentu sangat menjanjikan, apalagi jika kita tahu strategi pengembangan usaha kecil menengah. Dalam mengembangkan usaha agar menjadi besar tidaklah mudah banyak aspek yang harus dipenuhi, karena itu untuk kamu yang ingin mengembangkan usaha kecil menengah milikmu kita akan bagikan strategi pengembangannya. Berikut pembahasannya:

Mudahnya Mengembangkan Usaha Kecil Menengah Dengan Cara Ini!

Dalam memulai usaha ataupun mengembangkan usaha yang sudah ada, tentu harus memiliki niat dan kiat yang dapat membantu kamu dalam pengembangannya, karena itu untuk mendukung perkembangan bisnismu kamu bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini:

1. Pilih Lokasi Yang Tepat

Untuk UKM yang bergantung kepada toko fisik, lokasi merupakan salah satu modal utama yang paling penting dalam mengembangkan usahanya. Dengan menentukan lokasi yang strategis (bisa dekat dengan pelanggan atau dekat dengan sumber bahan baku) tentu akan sangat berpengaruh dengan bisnismu,

Dengan memilih lokasi yang dekat dengan pelanggan, tentunya exposure atau awareness dari usahamu akan lebih besar sehingga kemungkinan terjadinya transaksi juga lebih besar. Jika memang tipe usahamu membutuhkan supply bahan baku secara konstan, maka kedekatan dengan lokasi bahan baku bisa memperkecil biaya yang pada akhirnya dapat membuat harga jual lebih rendah dan memberi competitive advantage pada usaha kamu.

2. Manfaatkan Media Sosial

Di era digital seperti sekarang, tentu peran dari media sosial sangat powerful dalam melakukan kegiatan apapun apalagi digunakan sebagai media untuk memasarkan usaha kecil menengah milikmu. Dengan media sosial, kamu bisa melakukan promosi dengan biaya yang scalable, artinya biaya dapat disesuaikan dengan budget dan tahap perkembangan usaha kamu.

Kelebihan lain dari promosi menggunakan media sosial adalah Reach atau jangkauan. Media sosial dapat menjangkau ke lebih pasar yang lebih luas baik itu mereka yang diluar pulau atau luar negeri sekalipun. Cara mempromosikannya juga bermacam-macam dari membuat gambar yang menarik atau memberikan informasi produk dengan suguhan artikel untuk membuat pelanggan lebih memahami secara detail produk yang kamu pasarkan.

3. Lakukan Inovasi

Pelanggan biasanya memiliki sifat mudah bosan dan cenderung ingin sesuatu yang baru, agar pelanggan tersebut tidak ‘pergi’ ke lain tempat kita harus memberikan inovasi untuk usaha kita agar dapat menarik mereka kembali. Hal ini sangat penting terutama bagi usaha yang memiliki banyak kompetitor. Karena itu inovasi sangat penting untuk dilakukan apabila ingin mengembangkan usaha tersebut.

Sebagai contoh, kamu memiliki usaha ayam goreng untuk membuat usaha ayam kamu tetap ramai pengunjung, selain mempertahankan cita rasa yang sudah kamu miliki kamu perlu memberikan inovasi ayam baru seperti ayam geprek, ayam saus telur asin, ayam kremes dan sebagainya. Selain dapat mempertahankan pelanggan lama, adanya inovasi bisa membuat usaha kamu mendapatkan pelanggan baru dari segmen yang berbeda.

4. Rencanakan Keuangan Dengan Baik

Kenapa aspek ini diperlukan dalam pengembangan usaha kecil menengah? Karena faktanya banyak usaha yang bangkrut dikarenakan adanya kesalahan dalam pengelolaan keuangan, kesalahan dalam pengelolaan tersebut timbul karena tidak adanya monitor keuntungan dan kerugian. Salah satu cara untuk pengelolaan keuangan yang lebih baik adalah dengan sistem pencatatan yang rapih serta membuat laporan keuangan secara rutin. Saat ini sudah banyak software-software yang bisa membantu pencatatan ini. Keuntungan lain dari adanya pencatatan dan laporan keuangan yang tertata adalah dapat digunakan sebagai dokumen pendukung dalam pengajuan pinjaman usaha.

5. Kenali Kompetitor

Dalam bisnis, pada umumnya ada puluhan bahkan ribuan yang memiliki produk sama dengan produk yang kamu pasarkan. Inilah yang bisa disebut sebagai kompetitor, dan menjadi hal yang penting untuk  kita tahu apa kelebihan dan kekurangan mereka dibandingkan dengan kita. Dengan memahami bisnis mereka tentu kamu bisa menentukan hal yang bisa kamu improve ataupun tonjolkan, sebagai pembeda dari produk maupun layanan yang Kompetitor tawarkan. Berkompetisi sudah menjadi hal yang biasa dalam bisnis, dan dengan memiliki faktor pembeda dari kompetitor tentunya usaha kita akan bisa berkembang lebih jauh.

6. Menggunakan Pinjaman Usaha

Salah satu faktor penghambat dari kebanyakan UKM dalam mengembangkan usahanya adalah adanya keterbatasan modal usaha. Ketika UKM ingin menambah cabang di lokasi baru, atau menambah alat produksi (mesin), ataupun butuh dana talangan sementara untuk sebuah project baru, tentunya diperlukan modal tambahan.

Dana pinjaman usaha dapat menjadi solusi untuk mendapatkan modal tambahan, dan lebih murah dibandingkan harus menjual sebagian kepemilikan kepada partner (equity financing). Dana pinjaman usaha biasanya didapatkan dari bank tetapi ada syarat-syarat yang biasanya sulit dipenuhi oleh UKM, salah satunya adalah butuhnya agunan berupa fixed asset (tanah & bangunan).

Demikianlah 6 strategi usaha yang perlu dilakukan UKM untuk meningkatkan penjualannya.

Subscribe Newsletter

Dapatkan info terbaru mengenai Finansial Teknologi. Kami tidak melakukan spam dan email anda tidak akan diberikan kepada pihak ketiga.

Copyright © 2019 Fintekmedia - All Rights Reserved.