ASPI Mengakui E-Money Berbasis Kartu Buat Transaki Ritel Kecil

ASPI Mengakui E-Money Berbasis Kartu Buat Transaki Ritel Kecil

Bisnis duit elektronik terus meningkat di tanah air. Bersumber pada informasi Bank Indonesia (BI) yang Kontan.co.id terima sampai Juni 2019 pemakaian duit elektronik didominasi oleh berbasis server (server based).

Penyelenggara hanya server based menguasai 69% pangsa pasar uang elektronik atau sebanyak 137,2 juta pengguna.

Sedangkan penyelenggara berbasis kartu (card based) mengantongi 15,4% pangsa pasar dengan 30,3 juta pengguna. Adapun penyelenggara server based dan card based punya 15,2% pangsa pasar atau sebanyak 30,02 juta pengguna.

Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Anggoro Eko Cahyo mengakui card based memang digunakan untuk transaksi ritel dengan nominal lebih kecil seperti jalan tol. Sedangkan server based untuk belanja makanan.

“Sesama server based saja bisa berbeda-beda. Namun emang uang tunai nantinya akan digantikan oleh uang elektronik. Namun perlu kita lihat saat ini bagaimana kecepatan penerimaan teknologi ini. Ke depan bisa saja uang tunai tergantikan agar bisa efisiensi dan lebih aman,” ujar Anggoro, Selasa (24/9).

Ia mengakui kehadiran uang elektronik membuat perbankan tidak menambah jumlah mesin ATM. Namun lebih memindahkan lokasi dari yang sepi transaksi ke tempat yang lebih ramai. Sedangkan mesin EDC masih akan bertambah lantaran juga bisa berperan menggantikan agen.

Sumber: Kontan

 

Subscribe Newsletter

Dapatkan info terbaru mengenai Finansial Teknologi. Kami tidak melakukan spam dan email anda tidak akan diberikan kepada pihak ketiga.

Copyright © 2020 Fintekmedia - All Rights Reserved.