Bank Morong Pengembangan Kantor Cabang digital

Bank Morong Pengembangan Kantor Cabang digital

Perbankan saat ini mulai sungguh-sungguh berekspansi mendirikan kantor cabang digital. Pusat perbelanjaan, daerah residensial, serta universitas jadi bidikan utamanya.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bakal menggelontorkan lebih dari Rp 2,5 triliun sebagai belanja modal inovasi digital. Dimana pengembangan cabang digital juga akan jadi bagian tersebut.

“Tahun ini kami mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 5,2 triliun. Lebih dari separuhnya akan kami gunakan untuk pengembangan inovasi digital bank yang relevan dengan kebutuhan masyarakat terkini,” kata Executive Vice President Secretariat&Corporate Communication BCA Hera F. Haryn kepada Kontan.co.id, Senin (24/2).

Hera menambahkan saat ini sudah ada beberapa cabang digital BCA yang bertajuk MyBCA di Jakarta, Tangerang, dan Surabaya. MyBCA kebanyakan juga berlokasi di pusat perbelanjaan.

Selain MyBCA, adapula BCA Express yang merupakan cabang non permanen perseroan yang dihadirkan di wilayah residensial, serta universitas.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja sebelumnya menyatakan, meski mendorong pendirian cabang digital, tahun ini bank swasta terbesar di tanah air ini juga masih akan mendirikan kantor cabang konvensional.

“Belanja modal inovasi digital kami juga termasuk untuk menambah ATM, penambahan mesin EDC. Termasuk menambah 20 kantor cabang baru dengan ukuran yang relatif lebih kecil. Sementara Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun akan kami gunakan untuk menyuntik modal anak usaha,” katanya.

Ekspansi serupa juga bakal dilakukan oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Maklum, BCA merupakan salah satu pionir pembentukan cabang digital bank di tanah air.

Direktur Bisnis Konsumer Bank CIMB Niaga Lani Darmawan bilang saat ini setidaknya CIMB Niaga sudah memiliki 37 cabang digital bertajuk CIMB Digital Lounge, dimana empat di antaranya berada di universitas.

“Tahun ini ada beberapa cabang lagi yang akan kami dirikan di wilayah perkantoran, dan universitas. Salah satunya ada di Universitas Indonesia, dan di wilayah residensial, di Kemang, Jakarta,” ujar Lani.

Digital Lounge CIMB Niaga disebut Lani menghadirkan layanan digital secara penuh, tanpa adanya petugas bank. Sehingga nasabah dapat leluasa menemukan kebutuhannya.
Sayangnya, Lani enggan bilang berapa nilai investasi yang dibutuhkan CIMB Niaga untuk ekspansi cabang digital ini.

“Yang jelas capex (capital expenditure) yang dibutuhkan lebih kecil nilainya dibandingkan membangun cabang konvensional. Terutama karena biaya operasional dari terkait petugas bisa ditekan,” lanjutnya.

Sumber: Kontan

 

Subscribe Newsletter

Dapatkan info terbaru mengenai Finansial Teknologi. Kami tidak melakukan spam dan email anda tidak akan diberikan kepada pihak ketiga.

Copyright © 2020 Fintekmedia - All Rights Reserved.