Banyak Usaha Bangkrut Bukan Karena Nggak Ada Labanya Atau Rugi, Tapi Karena Nggak Ada Duit Cashnya

Banyak Usaha Bangkrut Bukan Karena Nggak Ada Labanya Atau Rugi, Tapi Karena Nggak  Ada Duit Cashnya

 

Ya, saya pernah mengalami, dan banyak pula melihat teman-teman yang usahanya bangkrut, bukan karena merugi atau labanya sedikit. Justru mereka dan saya bangkrut karena uang cash (likuiditas istilah kerennya) sudah habis atau tidak mencukupi untuk menutup pengeluarannya. Sepintas kalau dilihat, itu bisnis punya untung sekian dan sekian. Besar pula prosentasenya. Tapi bisa sampai kehabisan uang cash buat operasionalnya. Gimana ini?

 

Pertanyaannya, mengapa ini terjadi?

Ini yang disebut sebagai laba semu, alias hanya laba dalam hitung-hitungan diatas kertas saja, bukan dari uang yang diterima sesuai waktunya. Ya, uang diterima tidak sesuai pada waktu yang dibutuhkan.

Artinya, pelaku usaha membeli ke suplier secara cash (tunai), tapi menjual barangnya ke konsumen atau agennya dengan tempo atau hutang atau bahkan konsinyasi. Okelah, strategi memberikan barang dengan tempo atau konsinyasi sangat menarik buat konsumen atau agen-agen penjualan kita. Tapi cobalah ukur kekuatan modal sendiri. Kalau modal kita gede, melakukan hal ini bukanlah sebuah persoalan, karena kita masih bisa menutup biaya-biaya sambil menunggu pembayaran masuk ke kita. Tapi, jika anda adalah usaha kecil pemula, modal pas-pasan, itu sama saja bunuh diri.

Bisnis yang seger dan enak itu adalah jika belinya (kulakannya) bisa bayar di belakang, lalu menjualnya dengan bayar di depan. Artinya kita dimodali oleh pembeli. Strategi ini justru dilakukan oleh bisnis retail besar semacam supermarket besar yang menerima barang dagangannya secara konsinyasi, tapi menjualnya secara kontan. Enak banget!

 

Aturan Manajemen Cash Flow Untuk Usaha Kecil Menengah dan Pebisnis Pemula

Jadi, aturan untuk pebisnis pemula yang modalnya pas-pasan adalah:

1. Beli barang dengan tempo, jual dengan cash. Ini ideal banget!

2. Beli barang dengan tempo panjang (misal 1 bulan) , lalu jual dengan cash atau tempo lebih singkat (misal 1 minggu)

3.Jika beli barang dengan cash (tunai), juallah dengan cash (tunai) pula

 

DAN JANGAN LAKUKAN INI:
BELI BARANG CASH, JUAL BARANGNYA TEMPO APALAGI KONSINYASI, kecuali modalmu besar.

 

Demikian, silahkan dicermati, semoga membantu.

Subscribe Newsletter

Dapatkan info terbaru mengenai Finansial Teknologi. Kami tidak melakukan spam dan email anda tidak akan diberikan kepada pihak ketiga.

Copyright © 2019 Fintekmedia - All Rights Reserved.