"Cashback" Dompet Digital Membuat Ketagihan "Top Up"

"Cashback" Dompet Digital Membuat Ketagihan "Top Up"

Masih "tanggal muda" membuat hasrat berbelanja masih besar. Tidak hanya itu, banyak sekali promo ataupun diskon ditawarkan dari tenant- tenant pusat perbelanjaan, mulai dari ritel baju sampai promo kuliner.

Apalagi perkembangan teknologi dimanfaatkan untuk mengembangkan menjadi suatu bisnis. Berkembangnya dompet digital, contohnya saja GoPay, OVO, LinkAja, dan DANA, membuat kita semakin mudah untuk berbelanja.

Dompet digital tersebut kini berlomba-lomba memberikan promo untuk menarik konsumen. Termasuk saya sendiri yang menggunakan dompet digital untuk berbelanja, terutama kuliner yang memberikan cashback cukup menggiurkan.

Adanya dompet digital membuat kita selain mudah dalam transaksi pembayaran, juga dianggap hemat saat berbelanja.

Namun, harus diingat ya, justru adanya dompet digital membuat kita terus melakukan top up alias menambah saldo dan cukup sulit mengontrol keuangan.

Namun, agar tidak terjadi pemborosan berlebihan penggunaan dompet digital, mungkin strategi ini bisa menjadi pengingat kita sebagai pengguna.

1. Alokasikan bujet

Seusai menerima gaji, upayakan untuk menyisihkan uang bulanan, dana darurat, dan investasi. Nah, untuk mengisi saldo dompet digital, ini termasuk dalam daftar saku bulanan.

Usahakan top up sekali saja sejak awal digaji agar tidak mengisi saldonya berulang-ulang. Sebab, dengan melakukan top up berkali-kali membuat daftar keuangan kita jadi tidak terkontrol.

Pastikan uang dompet digital mencukupi hingga jelang pay day ( gajian). Untuk alokasi bujetnya, buat kebutuhan sehari-hari disisihkan sebesar 50 persen, investasi 30 persen, dan hiburan seperti kebutuhan liburan dan jajanan tambahan 20 persen.

2. Cermati promo dompet digital

Memang, pada banner merchant tertulis promo cashback 20-50 persen, tapi kamu harus teliti! Baca dulu ketentuannya untuk mendapatkan promo tersebut.

Misalnya, DANA yang menawarkan makan gratis, dalam aturannya disebutkan maksimal pembelian makanan senilai Rp 25.000 hingga Rp 35.000 pada merchant tertentu, maka kamu tidak akan dikenakan biaya sepeser pun.

Kecuali pembelian makanan di atas Rp 35.000, wajar jika dikenakan biaya. Akan tetapi, masih ada keuntungannya, yakni cashback yang bisa mencapai setengah harga pembelian.

Kamu juga harus membaca secara utuh promo cashback yang ditawarkan dompet digital, apakah dalam bentuk poin atau dana. Karena hanya sekilas melihat cashback, kemudian hasrat belanja begitu menggebu.

Setelah melakukan transaksi pembayaran, justru cashback yang diberikan dalam bentuk poin. Padahal, belanjanya sendiri sudah begitu besar nilainya.

Manajemen dompet digital pun tidak dapat disalahkan akibat ketidaktelitian pengguna dalam membaca ketentuan promo. Maka, cermat ya!

3. Investasikan kelebihan dana dompet digital

Dalam aplikasi dompet digital tentu saja melayani pembelian pulsa, token listrik, pembayaran air, BPJS, termasuk investasi. Jika memiliki kelebihan dana pada dompet digital, bisa kamu setorkan buat investasi.

Sekarang ada aplikasi digital yang menawarkan kemudahan dalam berinvestasi, contohnya IPOT, Bareksa, dan sejenisnya. Di dalamnya pun terdapat investasi yang cocok untuk jangka panjang. Jadi, saldo dompet digitalmu tidak hanya dimanfaatkan buat belanja rutin, tetapi juga memberikan “cuan”.

Meski promo dompet digital membuat pengeluaranmu lebih hemat, tetapi jangan sampai membuatmu boros.

Sumber: Kompas

 

Subscribe Newsletter

Dapatkan info terbaru mengenai Finansial Teknologi. Kami tidak melakukan spam dan email anda tidak akan diberikan kepada pihak ketiga.

Copyright © 2019 Fintekmedia - All Rights Reserved.