Dompet Digital LinkAja Akan Mempercepat Terjadinya Cashless Society di Indonesia

Dompet Digital LinkAja Akan Mempercepat Terjadinya Cashless Society di Indonesia

Era transaksi non tunai atau cashless society di Indonesia semakin cepat terwujud dengan kehadiran dompet digital LinkAja yang membawa ekosistem yang sangat besar.

LinkAja merupakan dompet elektronik dari PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), perusahaan joint venture dari perusahaan-perusahaan BUMN di Indonesia. Tidak main-main, pemilik Finarya adalah PT Telkom Tbk (TLKM) melalui Telkomsel, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Selain itu, PT Pertamina, PT Jiwasraya, dan PT Danareksa juga ikut andil kepemilikan dan modal di LinkAja. Sederhananya, LinkAja dimiliki oleh sinergi antara raksasa Telekomunikasi, Perbankan, hingga Perusahaan Migas dan BUMN lain di Indonesia.

Inilah yang membuat perusahaan yang baru seumur jagung ini langsung menggebrak dunia dompet digital yang sebelumnya didominasi oleh perusahaan swasta. Tidak main-main, LinkAja telah memiliki 25 juta pengguna pada awal April 2019. Ketika itu umur LinkAja baru sekitar 1,5 bulan.

"Sekarang ini total register user LinkAja mencapai 25 juta. Walaupun ini mungkin ada overlap-nya. Kita lagi bersihkan mungkin ada pengguna-pengguna e-cash, t-cash yang saling overlap," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo awal April lalu.

Perkembangan cepat ini didasari karena LinkAja merupakan transformasi dari seluruh dompet elektronik milik BUMN. Mulai dari T-Cash milik Telkomsel, E-Cash milik Bank Mandiri, T-Bank milik BRI, dan Yap milik BNI.

Program sinergi menghadirkan kekuatan modal yang cukup besar untuk sebuah perusahaan baru, yakni Rp 1,5 triliun. Tak heran, LinkAja gencar melakukan promosi demi perkenalan, edukasi, hingga akuisisi dari pengguna baru. Cashback sampai 50% pun menanti para pengguna untuk pembayaran merchant, pembelian pulsa, tagihan & token listrik, internet dan tv kabel dan pembayaran sehari-hari lainnya.

Selain itu, LinkAja juga bisa digunakan untuk pembayaran moda transportasi seperti taksi, bus, dan kereta api serta parkir. Selain itu, LinkAja juga bisa untuk pembelian bensin di SPBU Pertamina hingga pembayaran tol, meski masih terbatas untuk beberapa ruas.

Sebagai informasi, LinkAja belum dluncurkan secara resmi karena masih dalam tahap penyempurnaan sistem. "LinkAja nunggu grand launching. Bukan sekarang, kita masih coba perbaiki terus," kata Menteri BUMN Rini Soemarno di Kementerian BUMN, Minggu (5/5/2019).

Apakah LinkAja akan mendominasi dompet digital di Indonesia, tentu ini waktu yang akan menjawab. Namun dengan kekuatan besar di LinkAja, tentu ini akan mempercepat penggunaan transaksi non tunai di Indonesia.

Sumber: CNBC

Subscribe Newsletter

Dapatkan info terbaru mengenai Finansial Teknologi. Kami tidak melakukan spam dan email anda tidak akan diberikan kepada pihak ketiga.

Copyright © 2019 Fintektok - All Rights Reserved.