Laba Rugi atau Cash Flow Yang Lebih Penting? Pelaku UKM harus mengetahuinya!

Laba Rugi atau Cash Flow Yang Lebih Penting?  Pelaku UKM harus mengetahuinya!

Laba Rugi atau Cash Flow, mana yang lebih penting? Sebuah permasalahan klasik dalam salah satu bidang ilmu akuntansi bisnis modern yang seringkali diperdebatkan. Banyak yang beranggapan bahwa profit adalah hal terpenting dalam perusahaan, namun tak sedikit juga yang berpikir bahwa cash flow adalah hal yang paling penting tersebut. Tapi sebelum kita terjebak ke dalam 2 paradigma parsial tersebut mari kita pahami terlebih dahulu pengertian Profit dan Cash flow beserta fungsinya dalam aplikasi kegiatan usaha/bisnis.

Idealnya sebuah bisnis dijalankan dengan sistem “Tunai”, artinya semua transaksinya dilakukan secara tunai mulai dari pembelian, penjualan, maupun dalam pembayaran macam-macam biaya, dalam keadaan seperti ini cash flow akan sama dengan nilai profit kita. Tapi keadaan semacam ini sangatlah sulit untuk diterapkan sistem semacam ini, sehingga hutang maupun piutang tak lagi terhindarkan dalam suatu bisnis, hal inilah yang akhirnya memunculkan perbedaan dan perdebatan tentang pentingnya laba rugi atau cash flow.

Pertama, Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam proses pembuatan laporan keuangan, profit atau keuntungan/ laba adalah salah satu unsur penting yang sering diperhatikan, yang dihitung dari sisa atau kelebihan dari suatu transaksi jual beli atau dengan kata lain bahwa laba perusahaan didapat dari hasil penjualan barang atau pendapatan jasa dikurangi dari harga pokok penjualan atau biaya produksi dan biaya operasional serta biaya lainnya. Profit itu didapat dari penjualan baik secara tunai dan kredit, sehingga sering kita terkecoh pada suatu laporan bahwa kita sudah mendapatkan atau membukukan profit yang tinggi, tetapi disisi lain nilai saldo kas kita sangat atau bahkan menjadi minus atau negatif sehingga kita tidak dapat menikmati hasil keuntungannya. Jadi keadaannya profit tinggi tapi cash flow rendah.

Hal kedua yaitu cash flow, cash flow adalah aliran kas masuk dan kas keluar. Jika kas masuk lebih besar dari kas keluar, maka hal itu akan menjadikan cash flow kita positif atau surplus. Dan sebaliknya, jika kas masuk lebih kecil dari kas keluarnya, maka hal ini disebut cash flow negatif atau defisit. Agar memudahkan pengertian cash flow untuk kas adalah kas ini terdiri dari kas, bank dan setara kas. Jadi komponen cash flow terdiri dari Kas Masuk dan Kas Keluar. Pada umumnya unsur-unsur Kas Masuk terdiri dari penerimaan-penerimaan, antara lain penjualan tunai, penerimaan pelunasan piutang dagang dan piutang lainnya serta penerimaan pinjaman lain-lain. Sedangkan unsur-unsur Kas Keluar terdiri dari pengeluaran-pengeluaran atau pembayaran-pembayaran, antara lain pembayaran ke supplier, pembayaran pajak, pembayaran cicilan / angsuran dan pengembalian pinjaman, pengeluaran biaya operasi dan biaya-biaya lainya.

Jadi dari kedua hal tersebut manakah yang lebih penting? Mungkin saat ini kita mulai ragu untuk menentukan salah satu yang lebih penting diantara profit atau cash flow, karena kedua hal tersebut memanglah sama pentingnya dalam menilai bisnis kita, tak ada yang bisa dikatakan yang satu lebih baik dari yang lainnya, karena pada dasarnya kedua laporan itu dibutuhkan dalam melihat stabilitas keuangan dan perkembangan bisnis kita. Jadi bisa saja suatu usaha atau bisnis memiliki profit yang tinggi, namun jika profit tersebut lebih banyak dalam piutang apalagi piutang yang macet maka hal ini bisa menjadi masalah, karena tetap dibutuhkan dana tunai/cash untuk menjalankan kegiatan operasional, hal ini tentu menjadi suatu permasalahan yang serius bagi bisnis kita. Namun bisa juga kita mempunyai nilai cash flow yang sangat baik (surplus/positif) tanpa memperhatikan dari unsur mana nilai pemasukan kas tersebut.

Namun pertanyaannya bagaimana jika sebagian besar kas masuk tersebut bukan berasal dari unsur pendapatan tapi justru dari hal lain seperti penerimaan pembayaran piutang customer, pelunasan hutang dari karyawan maupun tambahan dari penyertaan modal. Jadi dalam kasus seperti ini bisa saja nilai cash flow kita positif tapi pada dasarnya kita mengalami kerugian karena pemasukan dari unsur pendapatan sangat minim sedangkan biaya operasional dan non operasional tetap. Jika hal seperti ini sering terjadi dalam bisnis kita, tentunya juga akan sangat berbahaya bagi perkembangan dan kelangsungan bisnis kita.

Namun jika kita tetap diajukan pada pilihan: Profit atau Cash Flow, manakah yang lebih penting? Maka jawabannya adalah cash flow. Alasannya yaitu jika kita punya cash walaupun profit kita rendah atau bahkan minus, bisnis kita masih bisa jalan dan tinggal merencanakan strategi untuk meningkatkan profit untuk periode berikutnya. Tapi kalau Profit ada tapi cash tidak ada maka saat itu juga bisnis kita mati. Tapi sebagai orang yang berpendidikan, sebaiknya kita tetap menggunakan kedua laporan keuangan tersebut (Profit dan Cash flow) secara bersamaan sebagai pedoman dalam analisis bisnis kita, karena pada dasarnya keduanya merupakan suatu kesatuan sistem dalam menentukan kuat dan berkembangnya bisnis kita.

 

Subscribe Newsletter

Dapatkan info terbaru mengenai Finansial Teknologi. Kami tidak melakukan spam dan email anda tidak akan diberikan kepada pihak ketiga.

Copyright © 2019 Fintekmedia - All Rights Reserved.