Manakah Yang Lebih Baik Bagi UKM, Metode Perpetual Atau Periodik?

Manakah Yang Lebih Baik Bagi UKM, Metode Perpetual Atau Periodik?

Kali ini akan dibahas mengenai sistem persediaan manakah yang lebih baik untuk UKM, metode Perpetual atau Periodik. Dengan adanya pembahasan ini, pengusaha UKM dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai sistem persediaan perpetual dan periodik dalam perusahaan.

Perbandingan dari metode perpetual dan periodik digunakan dalam pengelolaan persediaan. Sebelumnya, mari kita lihat sekilas apa itu persediaan.
Persediaan adalah barang-barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada masa atau periode yang akan datang. Persediaan terdiri dari persediaan barang baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Persediaan barang baku dan barang dalam proses disimpan sebelum digunakan atau dimasukkan kedalam proses produksi, sedangkan persediaan jadi atau barang dagangan disimpan sebelum dijual atau dipasarkan. Dengan demikian perusahaan yang melakukan kegiatan usaha pada umumnya memiliki persediaan.

 

Dalam akuntansi dikenal ada dua macam metode dalam pencatatan persediaan, ada metode perpetual dan metode periodik. Sistem pencatatan metode perpetual adalah sistem dimana setiap persediaan yang masuk dan keluar dicatat di pembukuan. Sementara metode periodik dilakukan dengan menghitung jumlah persediaan di akhir suatu periode untuk melakukan pembukuannya.
 

Dalam penjurnalan metode perpetual dan periodik punya perbedaan khas, yaitu :

1. Metode Perpetual, mencatat aktivitas keluar masuk persediaan dan HPP ketika transaksi penjualan.

2. Metode Periodik, tidak mencatat HPP saat transaksi penjualan.
 

Masing-masing memiliki keunggulan, dengan Perpetual kita bisa mengetahui posisi nilai persediaan kapan saja, karena selalu di bukukan/dijurnal setiap terjadi aktivitas keluar dan masuk barang. Sedangkan untuk periodik, pencatatan hanya dilakukan pada saat terjadi transaksi pembelian, pencatatan HPP dilakukan nanti di akhir periode yang ditentukan bulanan, triwulan, semester atau tahunan perusahan, sehingga lebih cepat dan ringkas dalam membukukan penjualan.

Seteleh melihat 2 metode diatas, kita dapat menyimpulkan yang tepat digunakan untuk UKM, yaitu metode perpetual. Karena pada sistem ini baik barang yang keluar dan masuk sudah dibukukan otomatis HPP nya dalam jurnal. Pembelian dan penjualan juga dicatat dalam kartu stok (barang) sehingga resiko seperti barang yang hilang dapat dihindarkan dan setiap saldo persediaan yang masih ada dapat dilacak.
 

Untuk metode periodik, kurang tepat karena sistem persediaan periodik adalah sistem pencatatan yang hanya dilakukan pada waktu terjadi pembelian, sedangkan penjualan tidak dicatat. Sistem pencatatan ini digunakan untuk perusahaan dagang yang menjual barang yang jenisnya beragam dan harga satuan tiap barang relatif murah sehingga secara teknis harga pokok penjualan untuk setiap jenis barang sulit dihitung.

Metode perpetual atau periodik, sama saja yang penting konsisten dan dikerjakan dengan penuh ketelitian, pilihan ada ditangan usaha UKM itu sendiri.
 

 

Subscribe Newsletter

Dapatkan info terbaru mengenai Finansial Teknologi. Kami tidak melakukan spam dan email anda tidak akan diberikan kepada pihak ketiga.

Copyright © 2019 Fintekmedia - All Rights Reserved.