Menghitung HPP Untuk Mengetahui Margin (Laba) Kotor Usaha

Menghitung HPP Untuk Mengetahui Margin (Laba) Kotor Usaha

Sebagai pelaku usaha, terutama pelaku UKM dalam aktivitas penjualan sehari-hari pasti sering menemukan kondisi dimana mereka harus menjual di harga berapa atas suatu produk yang mereka jual. Dalam hal ini mereka harus bisa menentukan harga modal atas produk yang mereka jual. Sejatinya UKM akan menentukan berapa modal yang terpakai untuk membeli produk yang akan dijual sebagai acuan. Jadi mereka menjual diatas harga modal tersebut agar bisa mendapatkan margin alias keuntungan, yang biasa disebut Margin Kotor.

Jadi dalam hal ini, UKM  harus bisa menentukan harga tertentu agar bisa mendapatkan margin atas produk yang mereka jual. Harga tertentu ini sering disebut dengan HPP atau harga pokok penjualan. Dengan menetapkan HPP ini, maka pelaku UKM bisa menentukan margin atas produk yang mereka jual.

Ada beberapa unsur dalam membentuk  HPP (harga pokok penjualan) yang seorang pelaku UKM harus tahu antara lain persediaan awal, persediaan akhir, pembelian bersih barang dagangan dan biaya selama produksi. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dibawah ini.

1. Persediaan Awal Barang Dagang (beginning stock)
Persediaan awal barang dagang adalah persediaan barang dagangan yang terdapat di awal tahun buku berjalan. Saldo persediaan awal perusahaan dagang terdapat pada neraca saldo laporan neraca tahun sebelumnya.

2. Persediaan Akhir Barang Dagang (ending stock)
Untuk persediaan akhir barang dagangan merupakan persediaan barang-barang pada akhir suatu periode atau tahun buku berjalan.

3. Pembelian Bersih (net purchasing)
Pembelian bersih merupakan seluruh pembelian barang dagangan yang dilakukan perusahaan baik pembelian barang dagangan secara tunai atau kredit.

 

Cara Menghitung HPP :

HPP = Pembelian Bersih + Persediaan Barang Awal – Persediaan Barang Akhir

 

Misal Bapak Abdul sebagai pelaku UKM menjual 11 HP seharga 5 Juta, dimana beliau membeli 6 HP seharga 3 Juta dan di persediaan awal tersedia 9 HP dengan harga per unit seharga 3 juta dan persediaan akhir sejumlah 4 unit HP.

Maka HPP nya adalah = Pembelian Bersih + Persediaan Barang Awal - Persediaan Barang Akhir = 6 + 9 - 4 = 11

Di saat menjual 11 HP, maka yang terjadi atas penjualan Bpk. Abdul adalah :

      Penjualan (11 HP x 5 juta)                        55.000.000

      HPP (11 HP x 3 juta)                                 33.000.000

      Margin (laba) Kotor                                22.000.000

Dan margin ini nantinya juga akan mengurangi biaya-biaya operasional yang terjadi, hingga menghasilkan Laba Operasional usaha UKM ini.

Subscribe Newsletter

Dapatkan info terbaru mengenai Finansial Teknologi. Kami tidak melakukan spam dan email anda tidak akan diberikan kepada pihak ketiga.

Copyright © 2019 Fintekmedia - All Rights Reserved.