Punya Prospek Bagus, Tetapi Sayang Ada Hambatan Yang Membuat Fintek Crowdfunding Sulit Berkembang

Punya Prospek Bagus, Tetapi Sayang Ada Hambatan Yang Membuat Fintek Crowdfunding Sulit Berkembang

Industri Finansial teknologi (Fintek) crowdfunding mulai menunjukkan prospek yang baik.Sudah ada beberapa fintek yang tercatat bermain di sektor fintek urun dana, seperti Pramdana (PT Griyadanaku Digital Investama), Bizhare, Alumnia, Likuid, dan Santara.

Co-Founder Asosiasi Fintek Indonesia (Aftech) Ajisatria Suleiman mengatakan, prospek dari jenis fintek ini cukup besar. Namun, hingga kini pengembangan fintek crowdfunding masih terhambat proses administrasinya masih tergolong sulit. Penyebabnya karena adanya aspek perpindahan kepemilikan saham.

Menurutnya digitalisasi dalam proses administrasi jenis fintek ini menjadi penting. 

Aji menjelaskan secara hukum proses legalitasnya membutuhkan akta notaris, sehingga masih tertulis dan perlu untuk tatap muka.


"Kalau semua sudah elektronik, maka fintek crowdfunding akan lebih cepat berkembang," ujar Aji Rabu, (24/7)

Dalam mitigasi risikonya, fintek crowdfunding perlu perhatian khusus. 

Sebagai fintek pemberi dana, risikonya lebih tinggi dari peer to peer (P2P) lending karena equity based. Hal ini menyebabkan model fintek ini sangat bergantung pada valuasi perusahaan.

"Namun demikian, model ini cocok untuk membiayai proyek atau perusahaan yang sifatnya jangka panjang," terang Aji.

Sumber: Kontan

Subscribe Newsletter

Dapatkan info terbaru mengenai Finansial Teknologi. Kami tidak melakukan spam dan email anda tidak akan diberikan kepada pihak ketiga.

Copyright © 2019 Fintektok - All Rights Reserved.