Tipe Investor di Dunia Startup Yang Harus Kamu Ketahui

Tipe Investor di Dunia Startup Yang Harus Kamu Ketahui

 

Untuk mengembangkan bisnis startup, tentunya Anda membutuhkan sokongan dana untuk membantu memperlancar eskalasi. Pada umumnya, saat menghadapi hal tersebut Anda akan mencoba mencari investor untuk pendanaan bisnis startup yang Anda tekuni. Dalam hal ini, tentunya  Anda perlu mencari investor yang tepat, tidak hanya sekedar mencari uangnya saja. Oleh karena itu, ada beberapa tipe investor yang harus Anda ketahui, yaitu :

 

  1. Angel Investor

  2. Venture Capital (VC)
  3. Private Equity (PE)
  4. Family Office

 

Dibawah ini maksud dari beberapa terminologi investor ini :

1. Angel investor, merupakan seseorang dengan uang "pribadinya" berinvestasi pada startup yang menurutnya memiliki prospek masa depan yang menjanjikan. Dalam praktiknya, angel investor adalah pendana yang paling mudah percaya kepada founder. Oleh karena itu, biasanya angel investor cenderung memberikan suntikan dana ke diri founder itu sendiri, bukan ke perusahaannya. Salah satu contoh angel investor yang ada di Indonesia adalah Angel Investment Network Indonesia (ANGIN).

2. Venture Capital (VC), merupakan perusahaan yang mengumpulkan dana dari berbagai sumber, baik individu atupun kelompok untuk memberikan suntikan dana kepada startup. Mereka memiliki fund manager yang mengelola uang dari investor yang sudah dikumpulkan. VC akan memilih startup yang dirasa dapat menguntungkan mereka dan jarang tertarik dengan startup tahap awal. Biasanya, sebagai timbal balik dari pendanaan tersebut, VC akan mendapatkan imbalan berupa saham dari startup yang mereka danai tersebut. VC mengejar imbalan hasil yang tinggi, yaitu antara 4 sampai 20 kali lipat. Contoh dari VC yang ada di Indonesia adalah East Ventures, Golden Gate Ventures, dll.

3. Private Equity (PE), merupakan perusahaan yang mengumpulkan dana dari pihak-pihak terbatas untuk diinvestasikan di instrumen investasi yang bersifat strategis dengan jangka investasi yang lebih panjang. Biasanya PE lebih menyukai perusahaan yang sudah berada di tahap akhir pendanaan (perusahaan yang sudah besar). Karena tujuannya adalah invetasi strategis, maka jumlah investasinya cukup signifikan sehingga PE memiliki hak suara yang dapat mempengaruhi strategi dan bagaimana perusahaan yang didanainya dijalankan. Salah satu contoh PE adalah Bankerbay.

4. Family Office, merupakan investor yang dananya berasal dari dana keluarga, biasanya dari keluarga yang memiliki uang banyak atau konglomerat. Salah satu contoh family office di Indonesia adalah Bakri Group.
 

Subscribe Newsletter

Dapatkan info terbaru mengenai Finansial Teknologi. Kami tidak melakukan spam dan email anda tidak akan diberikan kepada pihak ketiga.

Copyright © 2019 Fintekmedia - All Rights Reserved.